Selasa, 15 Desember 2015

membuat peta lokasi dengan coreldraw

Software : CorelDraw versi 10 keatas
Estimasi waktu : 10-20 menit

Kali ini kita akan belajar membuat denah lokasi suatu acara dengan CorelDraw. Denah yang kita buat adalah daerah yang kita kenal semisal rumah kita.

Untuk alur jalan yang dapat mempermudah orang membaca denah lokasi kita, kita gunakan jalur umum.

1. Buka program CorelDraw. Siapkan lembar Kerja Baru Ctrl+N, kemudian atur size kertas : A4 dan Satuan Unit : milimeter.

2. Untuk membantu kerja kita tampilkan Guidelines. Pilih Pick tool di Toolbar, kemudian drag garis bantu guideline arah Horizontal ketengah area kerja. Tekan P di keyboard untuk memposisikan garis bantu tepat ditengah-tengah area kerja. Selanjutnya Drag garis bantu arah Vertical, Tekan P agar garis bantu tepat ditengah area kerja.

3. Kita akan membuat membuat denah di area kerja kiri atas. Pilih Freehand Tool, kemudian atur tebal outline : 4.00 mm dan klik OK.

4. Tekan Ctrl kemudian buat garis horizontal sesuai denah yang akan kita buat, buat lagi garis vertikal memanjang kebawah, buat kembali garis hingga semua jalur utama denah kita selesai seperti Gbr dibawah.

5. Select semua gambar yang telah kita buat tadi, pilih Arrange - Convert Outline To Object, kemudian gabung semua gambar dengan memilih Shaping Weld. Sekarang Outline yang kita buat sudah menjadi gambar yang menyatu bukan Lagi Outline Seperti awal kita gambar.

6. Berikutnya select kembali gambar tadi, kemudian atur Tebal Garis tepi menjadi 0.35 mm dan Untuk Fill color isi dengan None.
7. Pilih Shape Tool, select gambar. kita akan menghapus alur jalan dari Denah dengan membuat titik baru diantara 2 titik dengan Shape tool. Dengan shape tool lakukan lakukan double klik kiri diantara dua titik ujung, kemudian akan ada titik baru, select titik baru tersebut kemudian Pilih break curve untuk melepas titik sambungan. Terakhir tekan delete, maka akan menjadi seperti gambar dibawah. Lakukan hal yang sama untuk titik yang lain.

8. Selanjutnya dilanjutkan dengan membuat pembatas jalan utama dengan Freehand tool, jangan lupa set tebal garis kembali ke o.35 mm. Buat dua garis satu panjang, satu lagi pendek seperti gambar dibawah.

9. Kita akan membuat tanda jalur putar menggunakan Bezier Tool, Tekan Ctrl kemudian buat empat titik searah jarum jam seperti Gambar dibawah.

10. Kemudian tinggal menambah tandah arah menuju lokasi dengan Freehand Tool, jangan lupa juga memberi end Arrowhead.

11. Pemberian Icon akan mempermudah seseorang membaca denah Lokasi kita, untuk itu kita akan mempergunakan Character yang ada di CorelDraw. Select Text-Insert Symbol Character, maka akan muncul toolbar Insert Character di Kanan area kerja kita. Select Jenis Font : Webding dan Character Size 6 mm.

12. Tampilkan Character-character berikut dengan cara tinggal mengedrag saja dari toolbar ke Area kerja.

13. Kemudian atur penempatannya sedemikian rupa dan beri keterangan nama tempat. Gunakan Text Font Arial Narrow, Font size 8point.

14. Langkah terakhir tinggal menambah sedikit keterangan dan arah mata angin untuk memperjelas Denah yang kita buat.

15. Akhir kata semoga berguna dan Selamat mencoba!!!! :D

Tutorial Membuat Stempel Bulat Menggunakan Corel Draw




Ingin membuat Stempel? Caranya gampang, pakai aja software Corel Draw. Semua versi juga bisa kok. Silahkan ikuti langkah-langkah kerjanya seperti di bawah ini.

1. Buka program Corel Draw - Klik File - New.
2. gambar lingkaran 1, klik tombol Ellipse Tool (F7) selanjutnya tekan Ctrl+Shift kemudian klik dan drag mouse di layar kerja.
3. Selanjutnya klik tombol Outline - Outline Pen, tentukan Color dan Width sesuai kebutuhan, selanjutnya klik Tombol Fill kemudian pilih aja None untuk menghilangkan backgroundnya........




4. Selanjutnya klik tombol Ellipse Tool (F7), untuk membuat lingkaran kedua, selanjutnya dekatkan mouse ke tengah lingkaran hingga muncul Snap to Centre seperti gbr (1) kemudian tekan Ctrl+Shift di keyboard trus klik dan drag mouse ke arah luar lingkaran hingga anda mendapatkan besar lingkaran ke 2 yang diinginkan. Ubah ukuran outline dan hilangkan aja Fillnya seperti pada langkah ke 3 diatas.
5. Berikutnya buat lingkaran ke 3 dengan cara yang sama dan ubah ukuran outline dan hilangkan aja Fillnya. Jika sudah hasilnya seperti gbr (3).
6. Selanjutnya buat persegipanjang dengan cara klik tombol Rectangle Tool (F6) dan letakkan di tengah-tengah lingkaran ke 3 seperti gbr (4), selanjutnya ubah juga ukuran outlinenya sama dengan ukuran outline lingkaran I kemudian hilangkan Fillnya dengan cara klik Tombol Fill dan pilih None.
7. berikutnya blok gbr lingkaran ke 3 dan gbr persegipanjang dengan cara, klik 1x lingkaran ke 3 kemudian sambil tekan Shift di keyboard klik juga gbr persegipanjang. Selanjutnya akan muncul beberapa tombol diatas layar, cari dan klik tombol Simplify sehingga kedua gambar akan menyatu. Selanjutnya klik area kosong untuk keluar dari blok, kemudian klik gbr persegipanjang dan klik aja tombol Delete di keyboard, lihat perubahannya seperti gbr (5).
8. Sekarang buat Tulisan 1, klik tombol Text Tool (F8) kemudian klik dan ketikkan di layar sebagai contoh "POZZA GRAPHIC DESIGN". Atur besar huruf dan ketebalannya kemudian klik menu Text dan pilih Fit Text to Path. Dekatkan mouse ke bagian atas lingkaran ke 2 seperti gbr (6) kemudian klik untuk meletakkannya disitu.
9. Anda masih bisa mengubah posisinya dengan cara klik tanda panah atas bawah pada kolom Distance from Path pada bagian atas layar, seperti gbr (7).
10. Berikutnya buat tulisan kedua dengan Text Tool (F8) kemudian klik dan ketikkan pada layar "CONTOH DESAIN STEMPEL", trus klik tulisan 1x kemudian dengan cara yang sama seperti langkah ke 5 diatas, klik menu Text trus pilih Fit Text to Path dan dekatkan mouse ke arah bawah lingkaran ke 2 dan klik disitu, hasilnya seperti gbr (8).
11. Selanjutnya buat pemisah tulisan. Contoh kita gunakan gbr Star. Caranya klik tombol Polygon Tool dan tahan maka muncul pilihan selanjutnya klik aja Star, kemudian klik pada layar kerja dan buat Star dengan cara tekan Ctrl kemudian klik dan drag hingga sesuai dengan besar yang diinginkan. buat menjadi 2 buah dan letakkan pada posisi seperti pada gbr (9). Atur ketebalan Outline dan hilangkan aja Fillnya.
12. Selanjutnya buat tulisan ke 3 dengan Text Tool (F8) dan letakkan di tengah-tengah lingkaran. Ubah jenis huruf agar terlihat lebih GAUL dan tentukan besar kecil huruf, disesuaikan aja. Hasil akhirnya seperti gbr (10).
13. Nah selesai sudah, selanjutnya SAVE gbr anda. Jika ingin membuatnya menjadi Image, klik aja menu - Export. beri nama dan pada kolom Save as Type, pilih aja format PNG.

sumber :http://www.pozzagraphicdesign.co.cc/2010/07/membuat-desain-stempel-dengan-corel.html

Minggu, 27 September 2015

Biografi WR Supratman

Hai teman-teman...
Kali ini aku mau mengulas tentang Biografi WR Supratman. Itu tuh yang ngarang lagu kebangsaan Indonesia Raya (anak SD aja juga tau). Yuk disimak biografinya.

Lahir dan Masa Kecil

WR Soepratman atau Wage Rudolf Soepratman dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1903 tepatnya hari Senin Wage, di Jatinegara Jakarta. Tapi ada pula versi yang menyebutkan kelahirannya adalah tanggal 19 Maret. Ia adalah anak dari seorang sersan di Batalyon VIII yang bernama Senen. WR Soepratman adalah tujuh bersaudara. Salah satu kakaknya yang juga ikut menorehkan sejarah kesuksesan beliau adalah Roekijem yang bersuamikan seorang Belanda yang bernama Willem van Eldik.

Ketika WR Soepratman berumur 11 tahun, ia ikut kakaknya Roekitjem yang berdomisili di Makassar. WR Soepratman kemudian disekolahkan oleh kakak iparnya.

WR Soepratman kemudian mendalami bahasa Belanda selama 3 tahun yang kemudian berlanjut ke Normaalschool. Pada tahun 1923 yaitu ketika WR Soepratman telah menamatkan pendidikannya, ia lalu menjadi guru di Sekolah Angka 2. Pada tahun 1925, ijazah Klein Ambtenaar miliknya keluar.

Setelah keluar dari guru di Sekolah Angka 2, WR Soepratman kemudian bekerja di sebuah perusahaan dagang yang di Ujung Pandang. WR Soepratman kemudian beralih profesi menjadi wartawan surat kabar Kaoem Moeda di Bandung yang kemudian berpindah ke surat kabar Sin Poo di Jakarta. Pada saat itulah, WR Soepratman banyak bergaul dengan tokoh pergerakan nasional dan dirinya mulai tertarik dengan pergerakan nasional.

Dari hubungannya dengan tokoh-tokoh nasionalis tersebut, timbullah rasa benci terhadap Belanda yang kemudian ia tuliskan rasa tidak senang itu di sebuah buku karangannya yang berjudul Perawan Desa. Buku itu memberikan inspirasi banyak orang agar bersatu untuk melawan Belanda sehingga buku tersebut dilarang beredar oleh Belanda.

WR Soepratman kemudian berpindah tugas di kota Singkang, namun kemudian WR Soepratman mengundurkan diri dari wartawan dan pulang kembali ke rumah kakaknya, Roekitjem di Makassar.

Roekitjem adalah seorang yang ahli bermain musik biola dan sandiwara. Banyak hasil kreasinya baik itu musik biola atau sandiwara yang kemudian dipentaskan di mes militer. Keahlian sang kakak ini kemudian menarik minat WR Soepratman akan musik. Beliau akhirnya banyak belajar musik dari sang kakak dan membaca buku-buku musik milik kakaknya. Beliau juga diajari musik oleh kakak iparnya yaitu suami Roekitjem. WR Soepratman menunjukkan kemajuannya dalam bermain musik, beliau bahkan sudah bisa menggubah lagu. Suatu hari, WR Soepratman membaca suatu majalah yang bernama majalah Timbul yang isinya menantang para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Mengetahui hal ini, WR Soepratman merasa tertantang untuk ikut menciptakan karya luhur tersebut. WR Soepratman lalu menggubah lagu yang kemudian pada 1924 terciptalah lagu “Indonesia Raya” karyanya.
Pada tahun 1928 bulan Oktober, diadakanlah Kongres Pemuda II dimana para tokoh pergerakan nasional dan perwakilan para pemuda seluruh Indonesia berkumpul untuk menyatukan visi mencapai Indonesia Merdeka. Di situ WR Soepratman juga hadir dan pertama kalinya beliau memperdengarkan lagu Indonesia Raya secara instrumental dengan biola (tanpa syair). Mengapa dikumandangkan lagu Indonesia Raya itu secara instrumental? Hal ini adalah usulan Soegondo Djojopuspito, salah satu tokoh pergerakan nasional, dengan alasan menjaga situasai politik dan kondisi saat itu. Banyak hadirin terpukau dengan lagu itu. Lagu tersebut telah berhasil mewakili keinginan rakyat Indonesia untuk segera merdeka dari Belanda.

Sesudah kongres itu, lagu Indonesia raya selalu diperdengarkan di kongres politik dan kongres nasional lainnya.

Belanda begitu khawatir akan efek persatuan yang ditimbulkan oleh lagu itu. Akhirnya Belanda selalu memburu WR Soepratman yang telah menciptakan lagu tersebut. Karena selalu menghindar dari kejaran polisi Belanda, W Soepratman akhirnya kelelahan dan jatuh sakit di Surbaya. WR Soepratman juga menciptakan lagu “Matahari Terbit” pada tahun 1938, ia kemudian menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu NIROM di jalan Embong Malang yang akhirnya membuatnya benar-benar ditangkap oleh Belanda dan dijebloskan di penjara Kalisosok Surabaya.

Kesehatannya yang menurun drastis ditambah tekanan fisik serta psikis karena diburu oleh Belanda membuat WR Soepratman akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia pada hari Rabo Wage, tanggal 17 Agustus 1938. Beliau meninggal dunia tepatnya di Jl Mangga no 21 Surabaya dan dimakamkan secara Islam di Makam Umum Kapasan, Jl. Kenjeran Surabaya.
Makam WR Supratman
WR Soeprtman telah berjasa dalam membuat lagu yang bisa menyatukan rakyat Indonesia dan memberikan kobaran semangat demi terciptanya Indonesia Merdeka. Namun WR Sepratman sendiri tak sempat menghirup udara kemerdekaan karena keburu meninggal. Beliau tidak pernah menikah dan memiliki anak bahkan anak angkat sekalipun. Hidupnya diabdikan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui lagu.
Sebelum meninggal, WR Soepratman sempat menulis sebuah surat yang berisi seperti berikut : 

“Nasipkoe soedah begini. Inilah yang di soekai oleh Pemerintah Hindia Belanda. Biar saja meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Yang artinya : “Takdirku memang begini. Inilah yang diinginkan pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saya meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Selain Indonesia Raya dan Matahari Terbit, WR Soepratman juga menciptakan lagu-lagu perjuangan lainnya. Berikut ini adalah lagu-lagu karya beliau :

Kebangsaan Indonesia Raya (1928),
Indonesia Ibuku (1928),
Bendera Kita Merah Putih (1929), 
Raden Ajeng Kartini (1929),
Lagu Mars Kepanduan Bangsa Indonesia (1930), 
Di Timoer Matahari (1931), 
Mars Parindra (1937), 
Mars Soerya Wirawan (1937), 
Matahari Terbit (1938), 
dan lagu Selamat Tinggal (1938) belum terselesaikan.

WR Soepratman juga mengarang buku-buku yang isinya mengajak untuk bersatu, seperti Perawan Desa, Darah Moeda dan Kaoem Panatik (1929).

Pada tanggal 26 Juni 1958 dikeluarkanlah Kepres No 44/1958 yang isinya menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
Monumen Wr Supratman

Berikut ini adalah lirik lagu Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya